
Perjalanan ke beberapa daerah yang
sering saya lakukan plus minat yang besar terhadap makanan, membuat saya
terpikir untuk menuliskan sekedar coret2an untuk tempat2 makan yang saya
kunjungi. Sangat disayangkan ide ini agak terlambat karena dr Desember 06
hingga Januri 07 sedikitnya saya telah mengunjungi 11 daerah yaitu
Singkawang,
Semarang, Surabaya, Makassar, Palangkaraya, Padang Panjang, Wamena
(Jayawijaya), Masohi (Maluku Tengah), Purwokerto (Banyumas), Cilacap dan
Kebumen.
Dan tentu saja, di setiap daerah yang saya kunjungi, saya berusaha
meluangkan waktu untuk mencicipi makanan khas atau tempat makan yang
direkomendasikan di daerah tersebut. Walaupun tulisan ini tidak
"seindah" ulasan Bapak Bondan Winarno, tapi tidak ada salahnya kan
mencoba sharing, siapa tau dapat menjadi referensi buat temen2 yang
punya hobi
makan seperti saya. Dan dengan sangat sangat menyesal untuk tulisan2
awal ini
saya tidak dapat menampilkan foto-fotonya, karena itu tadi, ide untuk
menulis tentang
"wisata kuliner" ini muncul terlambat, baru ketika makan di RM Rosya
Kebumen, saya punya kepikiran untuk sharing "hobby" ini. Untuk tulisan
pertama ini, saya akan menuliskan "pengalaman makan" saya di Singkawang
(Kalimantan Barat), yang terkenal dengan julukan
"Kota Seribu Kuil" karena di setiap sudut kota kita bisa melihat bangunan vihara
Di Singkawang, pertama-tama saya
disuguhi makanan khas daerah itu yaitu Cah Pakis Hutan. Pakis hutan ini
sangat enak, renyah seperti batang kangkung tetapi tidak alot sama sekali.
Walau hanya dengan bumbu oseng biasa, saya tidak bisa menahan diri untuk tidak
kembali ke meja prasmanan dan menuangkan kembali sayur ini ke piring saya.
Konon, Pakis Hutan ini diambil langsung dari hutan dan tidak dibudidayakan.
Pernah ada yang mencoba membudidayakan tetapi tidak berhasil.
Dalam perjalanan Singkawang-Pontianak,
saya bersama tim diajak untuk mampir untuk mencicipi makanan khas daerah itu
yang disebut Pengkang. Menyerupai lemper, tetapi bentuknya segitiga, dijepit
oleh bambu dan dimasak dengan cara dibakar. Berbeda dengan lemper, pengkang
tidak memiliki daging ayam didalamnya tapi ada beberapa ebi (udang kecil) yang
menempel di dalam ketannya. Rasanya sebenarnya biasa saja, bahkan menurut saya
lebih enak lemper buatan kakak saya di bandung :) Tapi ketika makan disana,
kita ditawari sambel kerang untuk cocolannya. Nah ini yang mengangkat point
dari makanan ini, sambal kerang bumbu kacang ini yang membuat rasanya menjadi
"mantaabbb" (seperti yang juga saya utarakan ketika diwawancara tim
Good News - Trans TV yang kebetulan hadir bersamaan waktunya dengan saya di
tempat itu, lumayan masuk TV... :). Ada yang nonton gak ya???).
Score (1-10) :
Cah Pakis Hutan : 8
Pengkang : 5
Pengkang + Sambal Kerang :7,5
Recent Comments